Otak Rasional dan Otak Intuitif dalam Pendidikan Islam

Penulis

  • Adib Al Husein Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
  • Dwi Ertanti Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
  • M. Wahyudin Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
  • Malika Sukmawati Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
  • Ricky Jaka Setyawan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
  • Rida Krisnawati Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.26594/dirasat.v4i2.1539

Kata Kunci:

Rational brain, intuitive brain, education.

Abstrak

Basically, Islamic Education is not able yet to maximize of using the brain of learning. Human beings still use their rational brains, they are not able yet to integrate rational brain and intuitive brain. So, the result of the education process is not like yet what it’s expect. In this journal, the authors conducted literature studies using books,e-books, and journal articles to study the rational brain and intuitive brain in Islamic education. From the study, it was hoped to find a discussion of rational brain and brain in Islamic Education.

Referensi

Andriani, Asna. “ Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient) Dalam Peningkatan Prestasi Belajar”, Edukasi 2, no. 1 (Juni 2014): 461.

Askar. “Potensi Dan Kekuatan Kecerdasan Pada Manusia (Iq, Eq, Sq) Dan Kaitannya Dengan Wahyu”, Jurnal Hunafa 3, no. 3 (September 2006): 219.

Bungin, M. Burhan. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya (Jakarta: Prenada Media Group), 13.

Claproth, Richard. Dahsyatnya Bahaya Aktivasi Otak Tengah (Jakarta: Grasindo, 2010), 154.

Gaol, Nasib Tua Lumban. “Teori Stres: Stimulus, Respons, dan Transaksional”, Buletin Psikologi 24, no. 1 (2016): 1-11.

Goleman, Daniel. Kecerdasan Emosional (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996), 4-11.

Golisek, Andrew. 60 Secoond Manajemen Stress (Jakarta: PT Buana Ilmu Populer, 2005), 12.

Hanafi, Imam. “Neurosains-Spiritualitas dan Pengembangan Potensi Kreatif”, An-Nuha 3, no 1 (Juli 2016): 32.

Kuntowijiyo. Pengantar Ilmu Sejarah (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2013), 79.

Looker, Terry & Gregson Olga, Managing Stress, Mengatasi Stress Secara Mandiri (Yogyakarta: Baca, 2005), 44.

Pricilia, Anggena. “Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya terhadap Rasionalitas Ekonomi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan”, (Pontianak: Universitas Tanjungpura), 2.

Purwati, Eni. “Optimalisasi Pendidikan Islam MelaluiPembelajaran Berbasis Cara Kerja Otak”, Islamica: Jurnal Studi Keislaman 11, no. 1 (September 2016): 111.

Smet. Pskologi Kesehatan (Jakarta: Grasindo, 1994), 112.

Suyadi. Teori Pembelajaran Anak Usia Dini Dalam Kajian Neurosains (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2017), 117-118.

Suyanto, Slamet. “Hasil Kajian Neuroscience dan Implikasinya Dalam Pendidikan”, (Yogyakarta: UNY), 19. Disampaikan pada seminar nasional Pendidikan Biologi di FMIPA UNY.

Warti, Rini. “Kecerdasan Intuitif dan Kecerdasan Reflektif”, Edu-Math 4 (2013): 28.

Yastab, A., Rezky dkk, “Hubungan Kinerja Otak dan Spritualitas Manusia Diukur dengan Menggunakan Indonesia Spiritual Health Assessment Pada Pemuka Agama di Kabupaten Halmahera Tengah,” Jurnal e-Biomedik 2 (2014): 424.

Diterbitkan

2018-12-05

Cara Mengutip

Husein, A. A., Ertanti, D., Wahyudin, M., Sukmawati, M., Setyawan, R. J., & Krisnawati, R. (2018). Otak Rasional dan Otak Intuitif dalam Pendidikan Islam. Dirasat: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 4(2), 194–206. https://doi.org/10.26594/dirasat.v4i2.1539

Terbitan

Bagian

Artikel